aktivitas–pasivitas
activity–passivity
Ringkasan Singkat
Polaritas dalam teori psikoanalisis yang menggambarkan sifat tujuan insting, di mana insting selalu aktif namun tujuannya bisa bersifat aktif maupun pasif.
Dalam teori psikoanalisis, aktivitas–pasivitas merujuk pada salah satu polaritas dasar yang mencirikan tujuan dari insting atau dorongan. Sigmund Freud menyatakan bahwa meskipun dorongan itu sendiri selalu bersifat aktif dalam mencari pemuasan, tujuan akhirnya dapat berupa tindakan aktif (seperti sadisme atau voyeurisme) atau posisi pasif (seperti masokisme atau eksibisionisme).
Konsep ini tidak hanya terbatas pada seksualitas, tetapi juga meresap ke dalam pengembangan kepribadian secara umum. Misalnya, bagaimana seorang anak beralih dari posisi pasif (menerima pengasuhan) ke posisi aktif (melakukan eksplorasi mandiri). Saat ini, dimensi aktivitas-pasivitas juga digunakan dalam berbagai teori sifat kepribadian untuk mendeskripsikan kecenderungan seseorang dalam berinteraksi dengan lingkungan sosialnya.
Referensi Yang Bisa Anda Gunakan
- Freud, S. (1915). Instincts and Their Vicissitudes.
- APA Dictionary of Psychology
Peringatan Sitasi Akademik
Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.